Minggu, 04 Januari 2015

Reportase tentang pengendara dibawah umur




Sungguh miris melihat kondisi ini ketika ada seorang anak masih dibawah umur sudah bebas melenggang naik motor di jalan raya . Anak kecil naik motor itu sangat berbahaya, yang pasti mereka melanggar hukum karena tidak punya SIM karena belum cukup umur, mereka belum tahu pasti cara berlalu-lintas yang baik dan benar intinya mereka cuma tahu gas dan rem saja belum punya pikiran yang panjang kalau mereka melakukan ini itu dijalan resikonya apa, saya yakin anak-anak itu belum paham akan resiko yang bisa mengancamnya di kemudian hari atas apa yang mereka lakukan saat ini. 
Mungkin akan banyak timbul pertanyaan ketika anda melihat hal ini, seperti siapa yang mengajarinya naik motor?,siapa yang mengizinkannya ? ,dll. Siapa yang patut disalahkan dalam hal ini tentunya para orang tua mereka karena anak sekecil ini harusnya masih dalam pengawasan yang ketat apalagi dalam mengendarai kendaraan bermotor dan seharusnya belum layak untuk bisa mengendarainya karena belum cukup umur.
Fenomena ini mungkin sering kita jumpai disekitar kita ,sungguh miris pemandangan ini karena tidak sedikit peristiwa kecelakaan kendaraan bermotor yang melibatkan anak dibawah umur ,jika sudah terjadi kecelakaan pasti semuanya saling menyalahkan inilah ,itulah , dan yang paling parah jika anak tersebut sampai kehilangan nyawanya.
Peranan orang tua disini sangatlah penting dalam mengawasi anak-anaknya karena mereka dengan gampangnya membiarkan anak dibawah umur mengendarai motor ,walau kebanyakan jika para orang tua itu ditanya kenapa membolehkan anaknya mengendarai motor pasti jawabannya bermacam-macam dan dengan berbagai alasan.
Kebanyakan mereka beralasan karena anaknya harus menempuh perjalanan sekolah yang jauh atau anaknya memaksa mereka mengajari naik kendaraan tersebut. Semestinya orang tua lebih baik lagi dalam mengawasi anaknya dan tidak memperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor sampai usianya cukup dengan begini akan lebih mengurangi kecelakaan lalu lintas yang terjadi dan lalu lintas pun menjadi lebih tertib.
Demikian yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf. Terimakasih atas perhatian anda.


Reportase fenomena rokok dikalangan anak dibawah umur





Seminggu yang lalu, tepatnya hari minggu siang sekitar pukul 12.00 wib. Saya membeli sebungkus mie rebus untuk makan siang, di sebuah warung di dekat rumah saya. Sebenarnya tidak ada yang aneh saat itu, karena selain warung itu berjualan makanan  juga didalamnya terdapat rental Playstation. Yang menjadi aneh adalah saat saya melihat ke dalamnya, dari sekitar 5 buah tv dan mesin Ps yang disewakan, semuanya dimainkan oleh anak dengan usia belasan tahun, dengan asap rokok memenuhi ruangan.

abu rokok tetap bertebaran diruangan itu  yang penuh sesak. Dan tepat disamping gang warung tersebut, ada beberapa anak abg yang asyik merokok dengan santainya. Terlihat beberapa anak abg yang saya perkirakan umurnya masih dibawah 15 tahunan, mungkin masih 12 tahun. Ada yang asyik memainkan rokoknya disela-sela jari tangan sembari mengobrol, lalu ada juga yang sedang menyulut sebatang rokok sambil memainkan hp.

Rasanya Ingin menegur dan menasehati mereka, rasanya tidak mungkin juga. Karena saya sendiri tidak mengenal mereka dan mereka pun tidak mengenal saya. Jadi, kalau saya berusaha untuk menasehati mereka, kesannya akan di cap sebagai orang yang sok-sokan, bahkan bisa menimbulkan keributan dan saya memilih untuk diam saja.
Padahal bahayanya, seperti yang tertera dalam kemasan bungkusnya, MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN. Namun tetap saja banyak yang merokok dan menghiraukan bahaya tersebut.
Beberapa hal yang menurut saya dapat mencegah anak dibawah umur terkena rokok adalah:
- Usahakan agar orang tua dapat mengawasi anaknya supaya tidak salah dalam memilih teman dan bergaul
- Kalau Orang tua seorang perokok, diusahakan agar tidak menyuruh anaknya untuk membeli rokok. Karena, dengan menyuruh si anak, sama dengan memberi contoh yang tidak baik. Bisa-bisa anak itu akan berbalik dengan mengatakan, “Ayah saja sering merokok, kenapa saya tidak boleh?”. Seperti yang banyak terjadi di kalangan masyarakat.
- Selalu menampilkan poster Bahaya Merokok, dengan gambar seorang pria yang paru-parunya telah bolong. Itu akan menjadi peringatan agar anak-anak dibawah umur tidak merokok.
Sekian reportase yang dapat saya beritakan kurang lebihnya saya mohon maaf. Terimakasih.